Selasa, 06 Maret 2012

TEMBOK-TEMBOK KOTA (Puisi Muhammad Rain)

Untuk Laila Nur (Sahabat FB Muhrain).

tempatmu hampir di segala ruang La
diserahkan kepada mata
yang membuat warna dunia itu ada
engkau baginya kekasih
menari-nari mewarnai harinya
melukis wajah dan senyumanmu
di tembok-tembok kota
seluruh tangannya mengguning
merah hitam putih asri jadi pelangi
bekas cat pilox duhai bagimu ia apakah La?
semarak cinta kalian aku telah tahu
sungguh pernah juga kurasai itu
berkah yang membuat kosong tembok
menjadi lukisan graviti hidup penuh puisi

orang-orang lalu lalang
melihat keindahan persembahan
lukisan tanda garis waktu termanis
memandangmu ia berluahkan senyuman

sahabatku
teruslah engkau berbahagia dalam kecintaanmu
jangan sepertiku yang tak selalu beruntung
ditinggal cinta terkatung-katung
kuharus senantiasa menunggu keajaiban lebih dari keajaiban
sebab sungguh sangat sulit untuk jatuh cinta lagi
usai diputus berkali-kali

doakanku sobatmu ini La
meskiku Majnun kelak kudapatkan Lailaku sendiri
mungkin setelah ratusan kota kujajaki
entahlah La
tanpa cinta bagai taman tak berbunga
memang itulah kata pujangga
segalanya semacam usang
kecuali sedikit persahabatan yang tersisa
dengan sepenuh daya melukis lagi
mata kemuning bening perempuan
meraba aura wajah kecantikan insan hawa
hampir kapok kujatuh cinta.

Indonesia, 10 Februari 2012

Dijumput dari:  http://www.facebook.com/notes/muhammad-rain/0494-tembok-tembok-kota-memenuhi-janji-puisi-untuk-laila-nur-muhrain/256673311076365

Tidak ada komentar:

Posting Komentar