Derit mimpi menggundah resah
meruah gelap mencabik rona;
aromanya lenyap ditelan sirna.
Dada lapang nan terbuka,
ke gerbang
penghapusan duka.
Rabu, 14 Maret 2012
Rabu, 07 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012
Apresiasi Singkat Puisi Impianku
Esai: Muhammad Rain
IMPIANKU
IMPIANKU
Laila Nur (Enung Nur Laila)
wahai senja
setiap kutemui engkau di bis
di keramaian kota
di sepi angin pinggiran
kuselalu tenggelam dalam sunyi matamu
dalam keriput jemarimu
tergopoh tersikut angkuhnya riak jaman
kuhanya bisa manggut dengan senyuman
wahai senja
setiap kutemui engkau di bis
di keramaian kota
di sepi angin pinggiran
kuselalu tenggelam dalam sunyi matamu
dalam keriput jemarimu
tergopoh tersikut angkuhnya riak jaman
kuhanya bisa manggut dengan senyuman
Sajak-sajak Enung Nur Laila
Sebutir Debu
Sengaja kusanding
kutera gerimis,
agar bulan tak cemburu
pada debu yang menangis.
Ciamis 2012
Sengaja kusanding
kutera gerimis,
agar bulan tak cemburu
pada debu yang menangis.
Ciamis 2012
TEMBOK-TEMBOK KOTA (Puisi Muhammad Rain)
Untuk Laila Nur (Sahabat FB Muhrain).
tempatmu hampir di segala ruang La
diserahkan kepada mata
yang membuat warna dunia itu ada
engkau baginya kekasih
menari-nari mewarnai harinya
melukis wajah dan senyumanmu
di tembok-tembok kota
seluruh tangannya mengguning
merah hitam putih asri jadi pelangi
bekas cat pilox duhai bagimu ia apakah La?
tempatmu hampir di segala ruang La
diserahkan kepada mata
yang membuat warna dunia itu ada
engkau baginya kekasih
menari-nari mewarnai harinya
melukis wajah dan senyumanmu
di tembok-tembok kota
seluruh tangannya mengguning
merah hitam putih asri jadi pelangi
bekas cat pilox duhai bagimu ia apakah La?
Minggu, 04 Maret 2012
Pesan di Ujung Malam
Embun di ujung daun
sesejuk hatiku ranum
saat kubaca sebait pesan
yang kau kirim di ujung malam.
sesejuk hatiku ranum
saat kubaca sebait pesan
yang kau kirim di ujung malam.
Angin
Wahai angin,
kau ambil jengkal-jengkal waktuku
kau butakan sebagian lelangkahku
kau asuh aku dalam lenamu
hingga gelap mata hatiku
kau ambil jengkal-jengkal waktuku
kau butakan sebagian lelangkahku
kau asuh aku dalam lenamu
hingga gelap mata hatiku
Sabtu, 03 Maret 2012
Untaian Kabut
Untaian kabut menyelimuti kalbu
tatapanmu hilang di persimpangan
Cahaya berganti malam... kelam...
gelap membaluti hati yang terkoyak
tatapanmu hilang di persimpangan
Cahaya berganti malam... kelam...
gelap membaluti hati yang terkoyak
Jejak
Ku telusuri jalanan setapak
menuju gubuk di padang ilalang,
kutemukan jejak membentuk palung
kebodohan, membekasi penderitaan
; seringai tawa jua tangisan.
menuju gubuk di padang ilalang,
kutemukan jejak membentuk palung
kebodohan, membekasi penderitaan
; seringai tawa jua tangisan.
Kemarau Jiwa
Semuanya musnah
tak tersisa,
tinggallah setitik air
sebiji gandum,
untuk kusemai
di tepian kemarau.
Ciamis 2012
tak tersisa,
tinggallah setitik air
sebiji gandum,
untuk kusemai
di tepian kemarau.
Ciamis 2012
Sebutir Debu
Sengaja kusanding
kutera gerimis,
agar bulan tak cemburu
pada debu yang menangis.
Ciamis 2012
kutera gerimis,
agar bulan tak cemburu
pada debu yang menangis.
Ciamis 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
