Rabu, 14 Maret 2012

Derit Mimpi

Derit mimpi menggundah resah
meruah gelap mencabik rona;

aromanya lenyap ditelan sirna.

Dada lapang nan terbuka,
ke gerbang
penghapusan duka.

Daun Kering

Daun kering kian meranggas
dilantang bengis menebas,

arang melapuk
tinggal debu,

Selasa, 06 Maret 2012

Apresiasi Singkat Puisi Impianku

Esai: Muhammad Rain

IMPIANKU 
Laila Nur (Enung Nur Laila)

wahai senja
setiap kutemui engkau di bis
di keramaian kota
di sepi angin pinggiran
kuselalu tenggelam dalam sunyi matamu
dalam keriput jemarimu
tergopoh tersikut angkuhnya riak jaman
kuhanya bisa manggut dengan senyuman

Sajak-sajak Enung Nur Laila

Sebutir Debu

Sengaja kusanding
kutera gerimis,

agar bulan tak cemburu
pada debu yang menangis.

Ciamis 2012

TEMBOK-TEMBOK KOTA (Puisi Muhammad Rain)

Untuk Laila Nur (Sahabat FB Muhrain).

tempatmu hampir di segala ruang La
diserahkan kepada mata
yang membuat warna dunia itu ada
engkau baginya kekasih
menari-nari mewarnai harinya
melukis wajah dan senyumanmu
di tembok-tembok kota
seluruh tangannya mengguning
merah hitam putih asri jadi pelangi
bekas cat pilox duhai bagimu ia apakah La?

Minggu, 04 Maret 2012

Pesan di Ujung Malam

Embun di ujung daun
sesejuk hatiku ranum

saat kubaca sebait pesan
yang kau kirim di ujung malam.

Angin

Wahai angin,
kau ambil jengkal-jengkal waktuku
kau butakan sebagian lelangkahku

kau asuh aku dalam lenamu
hingga gelap mata hatiku

Sabtu, 03 Maret 2012

Untaian Kabut

Untaian kabut menyelimuti kalbu
tatapanmu hilang di persimpangan

Cahaya berganti malam... kelam...
gelap membaluti hati yang terkoyak

Jejak

Ku telusuri jalanan setapak
menuju gubuk di padang ilalang,
kutemukan jejak membentuk palung
kebodohan, membekasi penderitaan
; seringai tawa jua tangisan.

Kemarau Jiwa

Semuanya musnah
tak tersisa,

tinggallah setitik air
sebiji gandum,

untuk kusemai
di tepian kemarau.

Ciamis 2012

Sebutir Debu

Sengaja kusanding
kutera gerimis,

agar bulan tak cemburu
pada debu yang menangis.

Ciamis 2012