Sebutir Debu

"Sengaja kusanding kutera gerimis, agar bulan tak cemburu pada debu yang menangis."

Sabtu, 03 Maret 2012

Kemarau Jiwa

Semuanya musnah
tak tersisa,

tinggallah setitik air
sebiji gandum,

untuk kusemai
di tepian kemarau.

Ciamis 2012
Diposting oleh sebutir debu di 07.52
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Label: Enung Nur Laila, Sajak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Daftar Links

  • cerpen kompas
  • lampung post, sastra
  • puisi-puisi indonesia
  • sajak-sajak pertiwi
  • sastra indonesia
  • sinar harapan, seni
  • suara karya, budaya




Arsip Blog

  • ▼  2012 (16)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  April (3)
    • ▼  Maret (12)
      • Derit Mimpi
      • Daun Kering
      • Asep Darso - Enung
      • Apresiasi Singkat Puisi Impianku
      • Sajak-sajak Enung Nur Laila
      • TEMBOK-TEMBOK KOTA (Puisi Muhammad Rain)
      • Pesan di Ujung Malam
      • Angin
      • Untaian Kabut
      • Jejak
      • Kemarau Jiwa
      • Sebutir Debu




enung.nurlaila80@yahoo.co.id

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.